Jumat, 13 Juni 2008

OneCat, Mobil Bertenaga Angin Produksi Tata Motor


Mobil bertenaga angin produksi bareng Tata Motor dan perusahaan Prancis Motor Development International, akan dilansir di Prancis akhir 2008 mendatang. Mobil itu diberi nama OneCat.

Beberapa waktu lalu, okezone sempat memberitakan rencana memperkenalkan mobil tersebut tertunda dari rencana awal. Sejatinya mobil tersebut sudah masuk pasar India tahun ini.

Pabrik mobil asal India, Tata Motors, menggandeng gergasi asal Prancis, MDI, untuk membuat mobil berpolutan 0 persen tersebut. Selain hemat bensin, harganya juga cukup miring. Pasar mobil berharga murah semakin bergairah.

Harga bensin untuk pertama kalinya tembus USD100 pekan lalu. Bukan masalah. Tak lama lagi Anda bakal memiliki pilihan untuk berkendara hanya dengan mengandalkan tenaga angin: OneCat. Banderol mobil bertenaga udara terkompresi yang akan diluncurkan akhir tahun 2008 oleh kelompok usaha asal Prancis, Motor Development International (MDI), itu juga cukup miring, yakni £ 2.500 atau sekira Rp 44,6 juta.

Menurut Guy Negre, bos MDI sekaligus "penemu" mobil bertenaga angin itu, OneCat dirancang untuk mengangkut empat penumpang. Namun, kapasitas angkut yang lumayan itu tak lantas membuatnya bongsor. Dengan bahan dasar fiberglass khusus beratnya bisa disusutkan hingga menjadi 350 kg. Jauh lebih ringan dibanding kendaraan sejenis yang ada saat ini.

Tanpa menggunakan bahan bakar? Benar. Dapur pacu mobil ini digerakkan oleh udara bertekanan tinggi yang tersimpan dalam tangki karbon yang diletakkan di bagian chassis. Jika diisi penuh "Si Kucing" bisa merayapi jalanan hingga 800 km dengan kecepatan maksimal 100 km/jam. Menariknya lagi, pengisian "bahan bakar" hanya memerlukan waktu paling lama empat jam, jauh lebih cepat dibandingkan dengan kendaraan yang digerakkan oleh baterai.

Jangan dulu khawatir mobil ini tak bisa melaju kencang. Para pembuatnya telah menyiapkan sistem khusus untuk mendongkrak kinerja mesin. Untuk perjalanan jauh, demikian Negre, udara bertekanan yang menggerakkan piston dapat dibantu oleh berbagai bahan bakar cair. Pembakaran itu akan memanaskan udara sehingga tekanan yang dihasilkan pada piston menjadi lebih besar.

Jika digunakan di dalam kota--yang tak memerlukan kecepatan tinggi sehingga tidak diperlukan tambahan bahan bakar cair, maka pemakai OneCat bisa melakukan penghematan yang lumayan besar. "Para pembeli mobil ini adalah orang-orang yang memperhatikan lingkungan dan juga pandai berhemat," kata Negre.

Keberhasilan Negre meluncurkan OneCat adalah buah dari kerja keras selama lebih dari satu dekade. Para pengamat otomotif pun kini tak lagi memandangnya sebelah mata. Soalnya, ia telah mendapatkan investor besar asal India, yakni Tata Motors, yang akan memberikan sentuhan akhir terhadap mesin OneCat.

Kelak, Tata akan menjadi satu-satunya perusahaan yang mendapat lisensi untuk menjual mobil "angin" itu. Selain itu, produsen otomotif tersebut hanya diperkenankan melempar produknya di pasar India. Sementara, di belahan dunia lain, Negre berharap ada investor lokal yang mampu membangun pabriknya sendiri dan meracik OneCat dengan 80% komponen berasal dari material lokal.

Dengan konsep itu, Negre berharap bisa memangkas ongkos pengangkutan komponen dari satu negara ke negara lainnya. Seiring dengan itu, dia juga berharap dapat turut serta membantu mengurangi pembuangan emisi ke udara. Seperti diketahui, isu pengurangan polutan kendaraan beberapa tahun terakhir ini tengah berembus kencang di berbagai belahan dunia.

Bukan hanya dari sisi lingkungan, dengan sistem uniknya itu Negre juga berharap, tiap pabrik lokal bisa langsung menjual produknya sendiri sehingga bisa memangkas jalur distribusi. Dia menargetkan setelah peluncuran perdana, penjualannya secara global bisa mencapai angka 680 ribu unit per tahun.

Terry Spall, seorang pengamat otomotif, mengatakan bahwa memproduksi kendaraan bertenaga udara bertekanan tinggi merupakan eksperimen yang sangat berani. Faktor keselamatan dan kenyamanan akan menjadi persoalan yang banyak ditanyakan. "Namun, saya berharap proyek itu akan berhasil," katanya.

Kekhawatiran itu langsung ditepis oleh Negre. Menurutnya, jika terjadi benturan yang sangat keras, saat terjadi kecelakaan misalnya, maka tabung gas tidak akan meledak dan menghancurkan kendaraan. Tangki penyimpan udara itu tersebut hanya akan robek dan menimbulkan suara yang cukup nyaring. "Jadi, risikonya lebih pada keselamatan fungsi pendengaran," cetusnya.

Tidak ada komentar: